Tips Menemani Anak Belajar dari Rumah Selama Pandemi

Penerapan jarak fisik sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19 menyebabkan hampir semua kegiatan dilakukan di rumah. Ini bukan pengecualian untuk kegiatan belajar mengajar. Akibatnya, orangtua dengan anak usia sekolah juga mau tidak mau harus tiba-tiba menjadi “guru” untuk menemani anak belajar dari rumah.

Namun, menemani anak-anak untuk belajar dari rumah tidak semudah yang dibayangkan. Oleh karena itu, kami menawarkan beberapa tips agar orang tua dapat membimbing anak-anak mereka untuk belajar dari rumah dengan benar tanpa harus diwarnai dengan omelan atau ledakan kemarahan. Cek iup-ugm.com bagi kalian yang berniat untuk masuk jalur IUP di UGM, baik untuk IUP Kedokteran, IUP Psikologi, dan lainnya.

Libatkan anak-anak dalam mengatur jadwal

Ketika anak-anak berpartisipasi dalam membuat aturan atau jadwal, ini akan membuat anak-anak lebih mungkin menerima dan mengikuti aturan atau jadwal. Untuk melakukan nasihat ini, sang ibu dapat mengadakan “reuni keluarga” yang informal, tetapi masih serius. Pada pertemuan tersebut, orang tua dapat mendiskusikan dan meminta pendapat anak-anak mereka tentang jam berapa mereka harus bangun, berpakaian, dan bersiap untuk sekolah dari rumah, dan kapan harus istirahat dari pekerjaan sekolah.

Mungkin ada perbedaan pendapat antara orang tua dan anak-anak dalam diskusi ini. Anak-anak mungkin merasa pergi ke sekolah dari rumah tanpa mandi dan bahkan mengenakan pakaian tidur bukanlah masalah. Tentu saja, tidak semua ide anak-anak dapat diterima. Namun, orang tua dapat bernegosiasi dengan anak-anak, sehingga setidaknya beberapa ide mereka masih dapat diadopsi. Ketika orang tua mendengarkan gagasan anak-anak, ini membantu mereka melakukan apa yang mereka setujui dan lebih berkomitmen terhadapnya.

Diskusikan dan tentukan juga kapan ibu atau ayah dapat membantu anak-anak mengerjakan proyek dan kapan mereka perlu belajar sendiri.

Jadikan penjadwalan sebagai rutin

Setelah menentukan jadwal “sekolah dari rumah”, buatlah itu menjadi rutinitas rutin setiap hari. Misalnya, anak-anak harus berpakaian dan sarapan pada pukul 8:30 dan mulai belajar jam 9 setiap hari dari Senin hingga Jumat. Ini dapat membantu mereka terbiasa ketika sekolah dibuka kembali nanti.

Untuk mencegah anak-anak kehilangan keterampilan akademis mereka, seperti membaca, menulis, dan berhitung, jadikan kegiatan belajar ini sebagai sesi harian yang paling penting.

Baca juga : IUP Kedokteran UGM

Beri anak pilihan

Anak-anak harus belajar dan melakukan pekerjaan sekolah mereka, tetapi membiarkan mereka memilih bagaimana melakukannya dapat membuat anak tidak merasa tertekan atau dipaksa.

Ibu juga dapat memberi mereka berbagai pilihan pekerjaan rumah dan membiarkan mereka memilih untuk melakukan apa yang mereka inginkan dan kapan melakukannya. Misalnya, apakah anak Anda ingin mencuci piring sebelum atau sesudah menonton acara TV favorit mereka?

Orang tua juga dapat memberikan pilihan kepada anak-anak tentang kegiatan menyenangkan apa yang ingin mereka lakukan di akhir hari atau untuk istirahat belajar. Ini dapat meningkatkan antusiasme Anda untuk belajar lebih banyak.

Berikan alasan untuk aturan yang dibuat

Ketika orang tua memberikan alasan mengapa ibu atau ayah melarang atau meminta sesuatu untuk dilakukan, anak-anak dapat menjadi lebih reseptif dan memahami mengapa mereka harus mematuhi peraturan ini. Alasan paling efektif adalah ketika didasarkan pada kepentingan anak-anak itu sendiri. Sebagai contoh, Si Kecil perlu membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah sehingga mereka dapat melakukannya dengan cepat. Dengan begitu, ayah dan ibu bisa memiliki lebih banyak waktu untuk menemaninya bermain.

Memecahkan masalah umum

Meskipun ibu saya telah mencoba melakukan beberapa saran di atas, terkadang tidak semuanya berjalan sesuai rencana. Akan ada saat-saat ketika seorang ibu atau ayah menjadi frustrasi, kesal, dan menjerit. Ketika semua upaya tidak berhasil, orang tua dapat mencoba menyelesaikan masalah bersama dengan anak-anak, yang berarti melibatkan empati, mengidentifikasi masalah, dan menemukan cara untuk menyelesaikannya.

Sebagai contoh, ketika bangun di pagi hari harus diwarnai dengan erangan dan sentakan, ibu mungkin mengundang Little untuk berbicara seperti ini: “Bukankah kita sepakat bahwa Anda harus bangun jam 8? Jika Anda bangun nanti, Sekolah dan pekerjaan di rumah akan berakhir sore hari dan pada akhirnya waktu bermain Anda akan berkurang. Apakah Anda setuju dengan itu? “

Metode ini dapat membantu anak-anak mempertimbangkan perilaku mereka dan ingin bekerja dengan orang tua mereka.

Biarkan anak-anak menghubungi teman sekolah secara virtual

Selain kegiatan belajar yang harus dilakukan di rumah, penting untuk diingat bahwa sekolah juga memiliki fungsi sosial untuk anak-anak. Seperti orang dewasa, hubungan anak-anak dengan teman-teman mereka juga dibatasi oleh aturan jarak fisik ini.

Oleh karena itu, mendorong anak-anak untuk tetap berhubungan dan berkomunikasi dengan teman-teman mereka sesering mungkin mungkin yang mereka butuhkan sehingga mereka tidak merasa stres dan tetap termotivasi untuk belajar dari rumah.

Itulah tips yang bisa dilakukan orang tua untuk menemani anak-anak belajar dari rumah. Jika Anda kesulitan mengelola dan mendidik anak Anda selama pandemi, jangan stres.

Leave a Reply