Amalan-amalan Penyempurna saat melakukan Ibadah Haji dan Umroh

Semoga Allah SWT memberi Anda kesempatan untuk mempraktikkan aturan Islam kelima harus sangat dihargai. Karena itu, para peziarah Haji dan Umroh tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini untuk mendekati Allah saja. Selain melakukan ziarah haji dan umroh, jamah juga melakukan praktik ritual lainnya, seperti mengajar, bermeditasi, berdoa atau membaca buku-buku yang bermanfaat. Ini juga bisa bermanfaat dan membantu orang lain atau menekan keinginan yang tidak menguntungkan.

Ketika datang ke doa, ada beberapa praktik yang perlu diingat,

  • Doa harus dilakukan di masjid, semakin dekat dengan posisi imam (Shaf pertama), semakin baik. Cobalah untuk tidak berdoa di persimpangan jalan, penginapan atau lobi hotel kecuali masjid benar-benar penuh atau kesehatan Anda dalam bahaya.
  • Ketika Anda memasuki masjid dan tidak berniat untuk melakukan tawaaf, sebelum duduk, melakukan dua doa rakaat sebagai doa dari masjid ke (penghormatan ke rumah Allah). Doa ini diatur ketika Anda tidak duduk. Setelah melakukan shalat ini, duduklah dengan niat iman (yaitu, duduk dengan tenang di masjid untuk merenungkan, bermeditasi, membaca Alquran atau praktik membaca buku-buku yang bermanfaat). Cobalah melakukan eksperimen bahkan untuk sesaat.
  • Jika waktu sholat dimasukkan, disarankan untuk melakukan kalimat tertentu yang disebut doa rawatib. Di Syafia, doa terdiri dari tujuh belas rakaat: dua rakaat sebelum fajar, empat rakaat sebelum fajar dan dua kemudian, empat rakaat setelah senja dan tiga rakaat setelah matahari. (setiap dua rakaat sunnah baa’diyah dan rakaat witir).

Alternativ dapat melakukan dua rakaat masing-masing sebelum fajar, sebelum dzuhur dan sebelum ashar, dua rakaat setelah dzuhur, setelah gelap dan setelah gelap.

  • Ada dua periode di mana akademisi menilai waktu (kurang). Kedua salat adalah setelah subuh dan setelah ashhar. Saat berada di Masjid Suci Anda dapat menemukan peziarah melakukan shalat Sunnah. Beberapa ulama mengizinkan atau mengatur sementara orang yang dimaksud berada di Masjid Suci. Namun, tidak disarankan untuk melarang sholat kapan saja.

Baca juga : Paket Umroh Bulan April Pekanbaru

Larangan sholat usai subuh dan ashar, karena pada saat itu matahari terbit dan terbenam di matahari, Nabi tidak melakukannya karena dia khawatir sholatnya bisa membuat matahari menyembah.

  • Beberapa doa lain juga disarankan, tetapi tidak dengan tingkat prioritas yang sama seperti yang disebutkan di atas, seperti shalat sunnah dhuha atau doa takhayul yang dilakukan pada malam hari.
  • Ada juga ulama yang mengatur doa akun, doa empat rakaat. Setiap rakaat setelah membaca bacaan (Al-Fatihah dan lainnya), membaca? Subhanallah, walhamdulillah, wa lailaha ilallah wa Allahu Akbara. Lima belas kali, lalu masing-masing lengkungan, mengangkat kepala lengkungan, dan keduanya membungkuk, duduk di antara sujud, duduk diam dan sebelum tasyahhud, masing-masing membaca sepuluh kali pertama. Oleh karena itu, angka yang dibaca di setiap rakaat adalah tujuh puluh lima kali.
  • Kalimat sebelumnya diatur. Tetapi lebih baik membatasi diri pada shalat sunnah yang paling penting setelah shalat wajib, yaitu shalat sunnah sebelum fajar dan setelah pagi hari.
  • Doa pemakaman sering dilakukan di Mekah dan Madinah. Doa, meskipun merupakan bentuk fadhu kifayah, sangat dianjurkan oleh para peziarah. Sambil berdiri, cobalah berdoa agar jasad imam dimakamkan (jika Anda tahu nama mayat itu, beri nama). Doa ini dilakukan empat kali. Bacaan pertama diikuti oleh pembacaan Fatihah, dan kemudian pembacaan kedua, Anda melafalkan Kisah-kisah Alquran kepada Nabi Muhammad. Kemudian bermeditasi untuk ketiga kalinya berdoa untuk orang mati. Doa minimum, a? Ya Allah, benarkah begitu? Atau untuk? Ya Tuhan, kasihanilah, bisakah Anda menambahkan doa, a? Ya Allah, jika dia adalah orang yang baik, maka tambahkan ganjarannya dan jika tidak, ampunilah dosanya. Selain itu, setelah tujuan keempat, lebih baik berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan, dapat didorong dan doa-doa kita dihargai.

Sehubungan dengan doa, perlu diketahui bahwa sujud itu turun, yaitu sujud spontan oleh siapa saja yang membaca atau mendengarkan ayat-ayat tertentu. Segera setelah Anda selesai membaca ayat tertentu, apakah sujud secara spontan dengan membaca ayat lain, seperti membaca? Subhana Rabbina dalam kana waadudu Rabbina lamafa’ulaa? Atau baca sebagai bacaan praktik dalam ibadah selama sholat. Kemudian mundur, lanjutkan membaca, lalu membungkuk dan seterusnya. Jemaat yang berdoa di belakang imam harus mengikuti imam dalam praktek. Penghargaan ini sering dimasukkan dalam doa Jumat pagi. Ingin melakukan perjalanan Umroh? Silahkan menggunakan ajsa travel agent Annajwa Islamic Tour & Travel Pekanbaru.

Leave a Reply